Cerita Kehidupan

/
0 Comments
Alkisah seorang anak kecil menangis sambil berlari-lari kearah neneknya.

Cucu : nenek...nek... aku barusan kalah main monopoli sama si Radit nek... bantu aku nek....
Nenek: Oh..kamu kalah ama si Radit y. Sini nenek ajari....

Setelah 1 jam diajari sang nenek, anak kecil itupun girang berlari menantang si Radit main monopoli lagi.Tidak berapa lama kemudian si anak kembali berlari sambil menangis.

Cucu : nek, aku kalah lagi nek....
Nenek : masih kalah lagi? ok,jangan khawatir...nenek akan ajari kamu lagi.
nenek kan dulu juara monopoli

Maka diajarinya kembali si cucu tersayang.
Kejadian tersebut berulang sampai beberapa kali, hingga suatu ketika....si cucu menang dan berlari kegirangan...

Cucu   : Nek..nek...aku menang nek...nek, uang si Radit habis nek, rumahnya aku borong , tanahnya habis juga...
nek...nek...aku menang nek...(Sambil kegirangan tiada tara)
Nenek : oh kamu menang...hebat dong...trus mana uang, rumah, dan tanah hasil menangmu dari si Radit???
Cucu  : yah...itu kan cuma monopoli nek..jadi ya trus dimasukan bagi lagi kewadahnya.
Nenek: oh begitu ...sini cu...kamu memang hebat, tapi begitu permainan berakhir seluruh kemenanganmu tidak akan kamu bawa pulang bukan??

Begitulah kehidupan..kita pertaruhkan segalannya untuk ambisi kita didunia ini. Bahkan kalau perlu sikut kanan sikut kiri untuk ambisi itu.
Tahukah kita, ternyata tak ada satupun yang akan kita bawa kembali kepadaNya

Sehebat-hebatnya werkudara di pentas pewayangan mengalahkan ratusan raksasa, namun saat pentas harus berakhir, tetap saja werkudara dan para raksasa itu harus  masuk kotak wayang bersama -sama.

Semoga artikel yang sedikit ini menguatkan kita dalam menjalani hidup ini...

Disadur dari Bunda Erna


You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.